EKSTRAKSI KAFEIN PDF

Secara ilmiah, efek kafein terhadap kesehatan sebetulnya tidak ada, tetapi yang ada adalah efek tak langsungnya seperti menstimulasi pernafasan dan jantung, serta memberikan efek samping berupa rasa gelisah nevroses , tidak dapat tidur insomnia , dan denyut jantung tak beraturan tachycardia. Kopi dan teh banyak mengandung kafein dibandingkan jenis tanaman lain, karena tanaman kopi dan teh menghasilkan biji kopi dan daun teh yang sangat cepat, sementara penghancurannya sangat lambat. Hermanto, : 1 Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan kafein dari teh kering dan untuk menentukan kafein dari daun teh. Kafein merupakan alkaloid yang mengandung nitrogen dan memiliki properti basa amina organik. Kafein dapat larut dalam pelarut organik seperti CaCO3 dan dalam air, kafein juga dapat terikat oleh senyawa non polar seperti kloroform. Kloroform dapat memisahkan kafein dari zat lain di dalam teh.

Author:Brale Mele
Country:Myanmar
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):18 September 2009
Pages:429
PDF File Size:6.97 Mb
ePub File Size:5.72 Mb
ISBN:786-7-44846-449-7
Downloads:11356
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Jujar



Pembahasan Pada percobaan kali ini kami menggunakan metode ekstraksi padat-cair untuk memisahkan kafein dari daun teh. Sederhananya, metode ekstraksi padat-cair berarti mengekstraksi suatu zat dari fasa padat daun teh kemudian mengubahnya menjadi fasa cair larutan kafein-diklorometana. Efesiensi ekstraksi padat-cair ditentukan oleh besarnya ukuran partikel zat padat yang mengandung zat organik dan banyaknya kontak dengan pelarut.

Oleh karena itu, dalam pelaksanaan percobaan ekstraksi kafein dari daun teh kami melakukannya dua kali dengan tujuan agar kafein yang terekstraksi semakin banyak. Cara pertama untuk mendapatkan kafein dari daun teh adalah dengan menyeduh teh dengan air panas untuk memperoleh ekstrak teh. Tujuan penggunaan air panas karena pada umumnya suatu zat akan lebih mudah larut dalam pelarut air panas dibandingkan dalam pelarut air dingin, sehingga semakin banyak ekstrak teh yang diperoleh.

Ekstrak teh yang diperoleh tidak hanya mengandung kafein tapi juga ada senyawa-senyawa lain yang ikut larut terutama senyawa tanin. Tannin adalah senyawa phenolic yang larut dalam air. Di dalam air, tanin membentuk koloid dan memiliki rasa asam dan sepat. Senyawa utama yang ingin kami isolasi adalah senyawa kafein, oleh karena itu tanin harus dapat dipisahkan. Cara untuk memisahkan kafein dengan tanin adalah dengan menambahkan natrium karbonat dan diklorometana.

Natrium karbonat adalah senyawa yang bersifat basa sehingga akan bereaksi dengan tanin yang bersifat asam membentuk garam, garam ini larut dalam air tapi tidak larut dalam diklorometana. Diklorometana merupakan senyawa non-polar yang dapat melarutkan kafein yang juga merupakan senyawa non-polar. Saat penambahan diklorometana ke dalam ekstrak teh, corong pisah dikocok perlahan dengan sesekali membuka kran corong pisah untuk mengeluarkan uap yang dihasikan oleh senyawa volatile yang terdapat dalam ekstrak teh.

Pengocokan ini bertujuan untuk memperbanyak peluang kontak antara kafein dengan diklorometana agar semakin banyak kafein yang larut dalam diklorometana, tapi pengocokan jangan terlalu kuat karena akan mengakibatkan pembentukan emulsi antara diklorometana dengan air oleh garam tanin yang bersifat surfaktan anion.

Setelah proses ini selesai akan didapat larutan air-garam dan kafein-diklorometana yang berwarna bening. Untuk memisahkan keduanya ditambahkan kalsium klorida anhidrat kemudian didekantasi atau disaring menggunakan kertas saring biasa. Kalsium klorida anhidrat ini berfungsi untuk absorpsi eksoterm air sehingga setelah dilakukan penyaringan, filtrat yang diperoleh adalah murni larutan kafein-diklorometana. Larutan senyawa kafein-diklorometana kemudian didistilasi dengan metode distilasi sederhana karena perbedaan titik didihnya yang jauh.

Distilasi ini berfungsi untuk memisahkan kafein dari diklorometana. Produk dari distilasi adalah kristal kafein. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya saat penambahan diklorometana corong pisah dikocok terlalu pelan sehingga kontak antara kafein dan diklorometana kurang, akibatnya hanya sedikit kefein yang terlarut dalam diklorometana.

Penyebab lain adalah mungkin teh yang kami gunakan sebagai sampel telah mengalami proses dekafeinasi, yaitu proses pengurangan senyawa kafein dari benda yang memuatnya dalam hal ini adalah teh. Untuk membuktikan bahwa kristal yang diperoleh adalah kristal kafein maka dilakukan uji alkaloid, kafein termasuk dalam senyawa alkaloid. Uji ini dilakukan dengan melarutkan kristal dalam air kemudian ditetesi pereaksi Meyer dan Dragendorff. Hasil ini menunjukkan kristal tersebut mengandung senyawa alkaloid yang artinya kristal tersebut benar merupakan kristal kafein.

Seharusnya dari kristal kafein yang diperoleh juga dapat ditentukan Rf dari kafein menggunakan metode uji KLT. Tapi saat percobaan kami tidak berhasil melakukan uji KLT, noda pada pelat KLT tidak menunjukkan hasil yang seharusnya sehingga Rf tidak dapat ditentukan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya kesalahan saat melakukan elusi, baik metodenya atau karena keadaan eluennya yang kurang baik dengan alasan pada uji titik leleh galat yang diperoleh kecil dan pada uji alkaloid hasilnya positif tapi pada uji KLT tidak berhasil.

Rf tidak dapat ditentukan karena dari percobaan tidak ada data yang mendukung. Daftar Pustaka Posto, D. Experiments and Techniques in Organic Chemistry. New Jersey. Prentice Hall, Inc. Halaman , Solomons, T.

Organic Chemistry Tenth Edition. Halaman Menurut Runge, ia melakukannya atas perintah Johann Wolfgang von Goethe. Struktur kafeina berhasil dipecahkan pada akhir abad ke oleh Hermann Emil Fischer, yang juga merupakan orang yang pertama kali berhasil mensintesis total senyawa ini.

Semua atom nitrogen kafeina pada dasarnya planar hibridisasi orbital sp2 , menyebabkan molekul kafeina bersifat aromatik. Karena kafeina dengan mudah didapatkan sebagai produk samping proses dekafeinasi, kafeina biasanya tidak disentesis secara kimiawi. Apabila diperlukan, kafeina dapat disintesis daridimetilurea dan asam malonat. Kafein dalam tanaman disintesis dari xanthosin melalui 3 tahap N-metilasi, dimana tahap metilasi ini dibantu oleh aktivitas enzim yaitu enzim metal transferase.

This entry was posted in Farmasi. Bookmark the permalink.

STK402-120S PDF

Kafein dalam Teh (Laporan Praktikum Kimia Organik)

Pembahasan Pada percobaan kali ini kami menggunakan metode ekstraksi padat-cair untuk memisahkan kafein dari daun teh. Sederhananya, metode ekstraksi padat-cair berarti mengekstraksi suatu zat dari fasa padat daun teh kemudian mengubahnya menjadi fasa cair larutan kafein-diklorometana. Efesiensi ekstraksi padat-cair ditentukan oleh besarnya ukuran partikel zat padat yang mengandung zat organik dan banyaknya kontak dengan pelarut. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan percobaan ekstraksi kafein dari daun teh kami melakukannya dua kali dengan tujuan agar kafein yang terekstraksi semakin banyak. Cara pertama untuk mendapatkan kafein dari daun teh adalah dengan menyeduh teh dengan air panas untuk memperoleh ekstrak teh. Tujuan penggunaan air panas karena pada umumnya suatu zat akan lebih mudah larut dalam pelarut air panas dibandingkan dalam pelarut air dingin, sehingga semakin banyak ekstrak teh yang diperoleh.

LAURANN DOHNER MATING HEAT PDF

Secara ilmiah, efek langsung dari kafein terhadap kesehatan sebetulnya tidak ada, tetapi yang ada adalah efek tak langsungnya seperti menstimulasi pernafasan dan jantung, serta memberikan efek samping berupa rasa gelisah neuroses , tidak dapat tidur insomnia , dan denyut jantung tak beraturan tachycardia Hermanto, Banyak senyawa nitrogen dalam tumbuhan mengandung atom nitrogen basa dan karena itu dapat diekstrak dari dalam bahan tumbuhan itu dengan asam encer. Senyawa ini disebut alkaloid yang artinya mirip alkali. Setelah ektraksi, alkaloid bebas dapat diperoleh dengan pengolahan lanjutan dengan basa dalam air Khopkar, Alkaloid adalah basa organik yang mengandung amina sekunder, tersier atau siklik. Diperkirakan ada alkaloid telah diketahui, dan alkaloid merupakan golongan senyawa metabolit sekunder terbesar dari tanaman, Tidak ada satupun definisi yang memuaskan tentang alkaloid, tetapi alkaloid umumnya mencakup senyawasenyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen, biasanya sebagai bagian dari sistem siklik.

DIREITO FISCAL CASALTA NABAIS PDF

Mengidentifikasi hasil isolasi kafein dari daun teh dengan metode ekstraksi. Menentukan nilai Rf kafein hasil ekstraksi dari daun teh. Menentukan nilai FTIR hasil ekstraksi dari daun teh. TEORI DASAR Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda, biasanya air dan yang lainnya pelarut organik. Terdapat dua jenis ekstraksi, yaitu ekstraksi cair-cair dan ekstraksi padat-cair. Ekstraksi cair- cair yaitu zat yang diekstraksi terdapat di dalam campuran yang berbentuk cairan.

TASLIMA NASREEN LAJJA PDF

Menimbang 50 gram teh, kemudian membungkus dengan kertas saring lalu diikat Teh yang telah dibungkus dan diikat, dimasukkan kedalam sokhlet kemudian menggunakan etanol sebagai pelarut. Memanaskan diatas penangas air selama 4 jam dan sirkulasi diatur 10 menit disirkulasi sebanyak 7 sirkulasi. Larutan kemudian disimpan dalam gelas kimia dan menambahkan 11,7 mg MgO ml air. Larutan kloroform ini diuapkan dan direkris bila kristal terbentuk Menguji titik lelehnya untuk mengetahui kemurniannya F. Mengambil lapisan bagian atas, didinginkan sampai terbentuk Kristal tidak terbentuk Kristal. Waktu sirkulasi pada saat ekstraksi kontinyu: Sirkulasi 1 : 15 menit Sirkulasi 2 : 19 menit 10 detik Sirkulasi 3 : 24 menit 04 detik Sirkulasi 4 : 28 menit 59 detik Sirkulasi 5 : 33 menit 53 detik Sirkulasi 6 : 38 menit 44 detik Sirkulasi 7 : 43 menit 36 detik G.

Related Articles