ETIKOLEGAL KEBIDANAN PDF

Arus kesejahteraan ini tidak dapat dibendung, pasti akan mempengaruhi pelayanan kebidanan. Dalam hal ini bidang yang praktek mandiri menjadi pekerja yang bebas Mengontrol dirinya sendiri. Situasi ini akan besar sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan etik. Istilah etik yang kita gunakan sehari-hari pada hakikatnya berkaitan dengan falsafah moral yaitu menganai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarakat dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan perubahan atau perkembangan norma atau niali. Dikatakan kurun waktu tertentu karena etik dan moral bisa berubah dengan lewatnya waktu.

Author:JoJonris Dat
Country:Australia
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):25 August 2014
Pages:159
PDF File Size:5.93 Mb
ePub File Size:18.64 Mb
ISBN:597-3-50585-471-2
Downloads:68905
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mubar



Objektif Prilaku Siswa :Setelah membaca handout ini mahasiswa dapat : Menjelaskan definisi kode etik dengan benar. Menguraikan penetapan kode etik dengan benar. Jones,,ethics in midwifery, Mosby Tutu A suseno dkk. Etika merupakan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul.

Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya.

Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan manusia.

Perkembangan teknologi kesehatan yang semakin pesat, khususnya bidang kebidanan telah mempengaruhi peran bidan dalam praktik kebidanan. Setiap peran mengemban tanggung jawab dan cukup sulit bagi bidan memikul semua tanggung jawab itu.

Berdasarkan teori Deontologi, memiliki tanggung jawab sama dengan memiliki tugas moral. Tugas moral selalu diiringi dengan tanggung jawab moral.

Menurut jones , bidan secara menyeluruh memiliki peran sebagai praktisi, pendidik, konselor, penasihat, teman, advokat, peneliti dan pengelola. Sikap yang dibutuhkan untuk menghadapi hal tersebut adalah sikap selalu waspada terhadap setiap tingkah laku, ucapan dan perbuatan yang dilakukannya. Sebenarnya, kebenaran kode etik atau standar profesi yang melandasi praktik kebidanan sudah jelas menunjukkan keberadaan kerangka etika.

Jika bidan berpegang teguh pada kerangka etika ini, bidan akan melakukan praktik atau asuhan yang sesuai dengan peraturan profesional, sekaligus sejalan dengan hukum. Akan tetapi, jika bidan melanggar kode etik, berarti bidan telah melakukan tindakan yang menyimpang dari peraturan dan gagal menjadi professional karena tidak sesuai dengan etika.

Dalam menjalankan perannya sebagai praktisi selain berpegang teguh pada kode etik dan standar profesi, ada beberapa hal yang menjadi pegangan bidan, antara lain : Hati nurani.

Bidan harus menjadikan hati nuraninya sebagai pedoman. Hati nurani mengetahui perbuatan individu yang melanggar etika atau sesuai etika. Pelanggaran etika oleh bidan dapat bersifat fisik ataupun secara verbal. Teori etika. Untuk memecahkan suatu masalah dalam situasi yang sulit, bidan dapat berpegang pada teori etika. Sekalipun teori ini telah tua, namun masih relevan karena selalu disesuaikan dengan perkembangan saat ini, seperti teori Immanuel Kant yang menyatakan bahwa sikap menjunjung tinggi prinsip autonomi adalah penting dan teori ini sangat relevan bila diterapkan dalam praktik kebidanan.

Sebagai Pendidik Dalam menjalankan perannya sebagai pendidik, bidan bertanggung jawab untuk memberi pendidikan kepada : Orang tua. Bidan harus berperan aktif dalam mendidik atau mengajarkan keterampilan perawatan bayi dan promosi kesehatan kepada ibu, suami pasangannya dan anggota keluarga yang lain Mahasiswa bidan.

Masalah etika yang biasanya muncul saat bidan menjalankan perannya sebagai konselor adalah sebagai berikut : Memaksa klien membuka rahasia yang enggan ia ceritakan pada saat konseling. Sebagai Penasihat Dalam menjalankan peran sebagai penasihat, bidan harus dapat membatasi diri jika ingin tetap menghargai autonomi klien.. Klien membutuhkan informasi yang memadai agar dapat membuat keputusan dan terus mengendalikan dirinya sendiri.

Akan tetapi, sangat sulit bagi bidan untuk menahan diri tidak memberi nasihat sekalipun tidak diminta berdasarkan pengalamannya menghadapi berbagai klien dan teman sejawat. Hal ini akan menghambat klien dalam menentukan pilihannya sendiri. Sayangnya, sikap menjaga jarak tersebut sering diartikan sebagai tidak acuh, tidak peduli pada kondisi klien. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, muncul istilah teman profesional.

Hubungan pertemanan lainnya yang berpotensi menimbulkan masalah adalah hubungan antara bidan dan mahasiswa bidan yang biasanya terjadi selama masa praktik klinik dalam waktu yang cukup lama. Dalam hal ini bidan harus berperan sebagai advokat dengan memberi penjelasan dan doronngan bukan paksaan kepada klien mengenai sisi positif dan negatif dari keputusan yang diambil. Bidan mungkin banyak terlibat dalam penelitian baik sebagai subyek maupun obyek penelitian.

Menurut Helsinski, prinsip dasar penelitian yang mengambil objek manusia harus memenuhi ketentuan ; Bermanfaat bagi manusia Harus sesuai dengan prinsip ilmiah dan harus didasarkan pengetahuan yang cukup dari dukungan kepustakaan ilmiah Tidak membahayakan obyek manusia penelitian itu diatas kepentingan yang lain Tidak merugikan atau menjadi beban baik waktu, materi maupun secara emosi dan psikologis Harus selalu dibandingkan rasio untung-rugi-risiko.

Maka dari itu penelitian tidak boleh ada faktor eksploitasi, atau merugikan nama baik objek penelitian. Sebagai Pengelola Sebagai pengelola, bidan bertanggung jawab mengambil keputusan sosial dan etik, memberi rumusan kebijakan dan praktik, membantu pengawasan dan alokasi sumber pendapatan, memperhatikan aspek kejujuran, perhatian terhadap orang lain dan mendukung serta berperan penting dalam pilihan etik.

Bidan pengelola juga mempunyai tanggung jawab untuk menjaga biaya pelayanan tetap minimal secara efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan kualitas pelayanan.

Norma tersebut berisi petunjuk bagi anggota profesi tentang bagaimana mereka menjalankan profesinya dan larangan, yaitu ketentuan tentang apa yang boleh dan tidak boleh diperbuat atau dilaksanakan oleh anggota profesi, tidak saja dalam menjalankan tugas profesinya melainkan juga menyangkut tingkah laku pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari di masyarakat.

Prinsip kode etik antara lain menghargai otonomi, melakukan tindakan yang benar, mencegah tindakan yang dapat merugikan, memperlakukan manusia secara adil, menjelaskan dengan benar, menepati janji yang telah disepakati dan menjaga kerahasiaan. Kode etik suatu organisasi akan mempunyai pengaruh yang kuat dalam menegakkan disiplin di kalangan profesi, jika semua individu yang menjalankan profesi yang sama tergabung dalam suatu organisasi profesi.

Jika setiap orang yang menjalankan suatu profesi secara otomatis tergabung dalam suatu organisasi atau ikatan profesi, barulah ada jaminan bahwa profesi tersebut dapat dijalankan secara murni dan baik, karena setiap anggota profesi yang melakukan pelanggaran terhadap kode etik dan dikenai sanksi.

Secara umum, tujuan menciptakan kode etik adalah sebagai berikut : Menjunjung tinggi martabat dan citra profesi. Menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. Kesejahteraan yang dimaksud adalah kesejahteraan material dan spiritual atau mental. Berkenaan dengan kesejahteraan material, kode etik umumnya menetapkan larangan-larangan bagi anggotanya untuk melakukan perbuatan yang merugikan kesejahteraan.

Kode etik juga menciptakan peraturan-peraturan yang mengatur tingkah laku yang tidak pantas atau tidak jujur para anggota profesi ketika berinteraksi dengan sesama anggota profesi Meningkatkan pengabdian para anggota profesi.

Kode etik juga bnerisi tujuan pengabdian profesi tertentu, sehingga para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian profesinya.

Oleh karena itu, kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan oleh para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya. Meningkatkan mutu profesi. Kode etik juga memuat norma-norma serta anjuran agar profesi selalu berusaha meningkatkan mutu profesi sesuai dengan bidang pengabdiannya.

Selain itu, kode etik juga mengatur bagaimana cara memelihara dan meningkatkan mutu organisasi profesi. Kode etik bidan sebagai pedoman dalam berperilaku, disusun berdasarkan pada penekanan keselamatan klien. Kewajiban Bidan terhadap Klien dan Masyarakat Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya. Dilandasi sikap menghargai martabat setiap insan, maka bidan harus memberi pelayanan profesional yang memadai kepada setiap klien Memberi pelayanan sesuai dengan bidang ilmu yang dimili dan manusiawi secara penuh tanpa mementingakan kepentingan peribadi dan mendahulukan kepentingan klien serta menghargai klien sebagaimana bidan menghargai dirinya sendiri Dalam memberikan pelayanan, harus menjaga citra bidan sebagai profesi yang memiliki nilai-nilai pengabdian yang sangat esensial.

Pengabdian dan pelayanan bidan adalah dorongan hati nurani yang tidak mendahulukan balas jasa. Kepentingan klien berada diatas kepentingan sendiri maupun kelompok Bidan harus menghormati hak klien Bidan menghormati nilai-nilai dimasyarakat Bab II.

AL ANBAA PDF

ETIKOLEGAL KEBIDANAN PDF

Seiring dengan perkembangan IPTEK yang demikian cepat, meningkat pula pengetahuan masyarakat yang berakibat terhadap semakin tingginya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kebidanan. Selain itu, kesadaran masyarakat akan hukum dan haknya dalam menerima pelayanan kesehatan semakin menuntut bidan untuk meningkatkan kemampuannya dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada masyarakat. Hal ini merupakan tantangan bagi profesi kebidanan dalam memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas. Bidan dituntut agar lebih berhati — hati dan bertanggungjawab dalam memberikan pelayanan sehingga bisa meningkatkan profesionalisme bidan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kualitas pelayanan yang baik diperlukan landasan komitmen yang kuat berdasarkan pada etika, moral dan hukum yang berlaku di Indonesia. Sikap yang etis profesional bidan akan tercermin dalam setiap langkahnya dalam memberikan pelayanan kebidanan termasuk performance bidan serta dalam pengambilan keputusan sesuai situasi dan kondisi yang ada. Konsep Kode Etik Moral Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat global diperlukan suatu sistem yang mampu meregulasi bagaimana seharusnya manusi bergaul.

ALTORIU SESELIAI PDF

Dari dua dimensi mutu pelaya nan kebidanan tersebut, tujuan akhirnya adalah kepuasaan pasien yang dilayani oleh bidan. Tiap profesi pelayanan kesehatan dalam menjalankan tugasnya di suatu institusi mempunyai batas jelas wewenangnya yang telah disetujui oleh antar profesi dan merupakan daftar wewenang yang sudah tertulis. Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan pemberi pelayanan kepada masyarakat harus memberikan pelayanan yang terbaik demi mendukung program pemerintah untuk pembangunan dalam negeri, salah satunya dalam aspek kesehatan. Apa pengertian kebidanan dan praktek kebidanan 2. Apa saja persyaratan praktek kebidanan 3. Apa saja yang termasuk dalam aspek legal pelayanan kebidanan C.

Related Articles