INGGIT GARNASIH PDF

Menyambut hari lahir Inggit Garnasih, ibu bangsa berjuta jasa buat Soekarno Senin, 5 Februari Reporter : Mardani ibu inggit dan bung karno. Inggit adalah sosok perempuan yang sangat berpengaruh bagi perjalanan hidup Soekarno. Saat awal Soekarno menjadi aktivis dan pejuang kemerdekaan Indonesia, Inggit lah perempuan yang setia mendukung dan menemaninya dalam senang maupun sulit. Beragam cara pun dilakukan oleh masyarakat buat menyambutnya. Mereka menyambut hari lahir Inggit Garnasih melalui pertunjukan tari. Dengan memakai kebaya khas Jawa Barat, 17 penari itu sembari membawa foto Inggit, melenggak-lenggok sesuai dengan interpretasi atau tafsiran masing-masing tentang sosok Inggit Garnasih.

Author:Moogulkree Tojami
Country:Liechtenstein
Language:English (Spanish)
Genre:Sex
Published (Last):19 November 2015
Pages:313
PDF File Size:11.96 Mb
ePub File Size:14.20 Mb
ISBN:899-6-17091-760-3
Downloads:24137
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fejora



Tetalogi w Trending Pepatah mengatakan bahwa dibalik kesuksesan seorang pria, terdapat wanita hebat di belakangnya. Maka hal itu juga berlaku pada sosok sang proklamator, Ir.

Soekarno yang juga merupakan presiden pertama Indonesia. Ada banyak nama wanita yang tercatat mendampingi kehidupan penuh perjuangan dari Soekarno, namun nama Inggit Garnasih memiliki kisah yang istimewa sekaligus memilukan. Nama Garnasih berasal dari kata Hegar yang berarti segar menghidupkan dan Asih yang berarti kasih sayang. Nama ini sesuai ia sandang dan ini terbukti dari pengorbanan dan perjuangan yang ia berikan dalam mendampingi perjalanan hidup Soekarno yang sulit dan berliku.

Saat itu, Soekarno sudah beristrikan Oetari, putri dari H. Inggit Garnasih, sosok yang memikat hati Soekarno muda [Image Source ] Pernikahan dua pasangan ini telah mengalami keretakan. Soekarno merasa bosan dengan Oetari yang ia anggap kekanakan, sementara itu Inggit merasa kesepian karena Sanusi sering keluar dan tidak lagi menemaninya. Dari sanalah tumbuh benih cinta antara Soekarno dan Inggit meskipun keduanya terpaut usia yang cukup jauh, Soekarno 21 tahun dan Inggit 34 tahun.

Soekarno yang merasa bahwa pernikahannya dengan Oetari terasa hambar kemudian menceraikannya. Sementara itu Sanusi pun akhirnya mencium adanya hubungan khusus antara Soekarno dan Inggit.

Maka Sanusi akhirnya menceraikan Inggit dan dengan ikhlas melepaskan Inggit untuk menikah dengan Soekarno. Dengan lapang dada, Sanusi mengajak Inggit untuk sama-sama mendukung Soekarno agar ia bisa mencapai cita-citanya. Bagi Sanusi, kebahagiaan Inggitlah yang ia inginkan. Selepas bercerai dengan Sanusi, menikahi Soekarno yang masih berstatus mahasiswa dan belum bisa bekerja berarti rela hidup dalam susah dan kehilangan materi berlebih seperti yang biasa ia terima dari Sanusi.

Namun Inggit telah berpikir masak-masak, dan cintanya pada Soekarno membuatnya ingin mendampingi pria tersebut meski itu berarti hidup susah dan penuh tekanan. Wanita Sederhana yang Rela Hidup dalam Susah Inggit adalah sosok wanita sederhana yang tidak bisa membaca ataupun menulis. Namun kesederhanaan dan keterbatasan tersebut justru membuatnya menjadi sosok pembangkit semangat Soekarno hingga menjadikannya sosok pejuang tangguh bagi Indonesia. Inggit bukan hanya seorang kekasih atau istri, tapi juga sebagai ibu yang membimbingnya dalam setiap jatuh bangunnya Soekarno.

Maka itu ia harus membanting tulang sedemikian rupa demi mencukupi kebutuhan hidup keduanya. Berbagai macam cara ia lakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama sang suami mulai dari menjahit pakaian, menjual kutang, bedak, rokok, meramu jamu, hingga menjadi agen sabun kecil-kecilan. Tamat sekolah pada tahun memang membuat Inggit begitu bahagia karena kesuksesan Soekarno juga berarti merupakan buah keberhasilannya mendampingi sang suami dengan setia. Meski begitu, perjuangan Inggit belum berakhir karena gelar insinyur yang diraih Soekarno tidak dimanfaatkannya untuk mendapatkan pekerjaan dari pihak Belanda.

Dengan langkah yang diambil Soekarno, maka sepasang suami istri ini harus tetap hidup miskin. Meski begitu hal ini tidak membuat Inggit berpaling. Ia tetap mendukung penuh sanf suami hinga PNI semakin berkembang pesat. Sebagai seorang istri yang setia dan sungguh-sungguh mencintai suaminya, ia selalu memberikan semangat saat Soekarno menemui kesulitan dan selalu menyediakan kebutuhan Soekarno agar bisa terus berjuang.

Ia juga yang dengan sabar mendampingi dan menerjamahkan pidato Soekarno ke dalam bahasa Sunda. Maka Soekarno akhirnya ditangkap dan dihukum 4 tahun penjara.

Ia harus mendekam di Penjara Banceuy selama 8 bulan sebelum kemudian dipindahkan ke Penjara Sukamiskin. Penjara Sukamiskin, tempat Soekarno dipenjara [Image Source ] Inggit tetap setia mengunjungi dan mengirim makanan untuk sang suami meskipun jarak yang harus ditempuh cukup jauh yaitu 20 km. Jika tidak punya cukup uang untuk membayar delman, maka Inggit harus berjalan kaki agar bisa menemui suaminya yang dipenjara.

Segala macam hal dilakukan Inggit untuk meringankan beban Soekarno, mulai dari menyelundupkan buku yang diinginkan Soekarno atau memberikan sejumlah uang dalam makanan.

Agar bisa menyelundupkan buku, Inggit harus berpuasa tiga hari agar buku-buku itu bisa ia sembunyikan di perut. Kesedihan melihat suaminya yang merasa tertekan selalu berhasil ia tahan. Ia tidak menunjukkan kesusahan atau rasa kecewa di hadapan sang suami. Bahkan ketika suaminya merasa bersedih karena merasa gagal sebagai kepala rumah tangga, Inggit justru menenangkan hatinya. Mengapa mesti berkecil hati. Di rumah segala berjalan beres. Tegakkan dirimu, Kus Kusno, panggilan kecil Soekarno , tegakkan!

Teruskan perjuanganmu! Jangan luntur karena cobaan semacam ini! Dalam masa hukumannya juga, Inggit dengan berani menyelundupkan dokumen sebagai bahan untuk menyusun pembelaan.

Inggit sebenarnya adalah wanita bebas, maka jika ia mau, dirinya tidak perlu mengikuti suaminya dibuang. Namun cinta dan kesetiaan Inggit membuatnya mengikuti Soekarno dalam pembuangan. Segala macam kesedihan dan tekanan psikologis yang diderita Soekarno tidak menyurutkan cinta Inggit. Dengan setia ia selalu menghibur dan mendampingi Soekarno serta berusaha keras membangkitkan kembali semangat juangnya.

Namun akhirnya, pemindahan Soekarno ke Bengkulu akhirnya menjadi ujian terberat bagi Inggit. Kesetiaan Inggit menemani hidup Soekarno selama 20 tahun hidup yang berat ternyata tidak menghentikan Soekarno untuk terpikat kecantikan Fatmawati.

Soekarno meminta ijin untuk menikahi Fatmawati karena Inggit tidak bisa memberikannya keturunan. Meski begitu, Soekarno sebenarnya tidak ingin menceraikan Inggit dan ingin menikah lagi namun tetap dengan Inggit sebagai istri pertama.

Namun, di sinilah Inggit akhirnya harus merelakan Soekarno. Fatmawati dan Soekarno [Image Source ] Inggit dengan tegas menolak untuk dimadu dan memilih untuk bercerai dari pria yang ia damping selama 20 tahun. Hal ini tentu bukanlah perkara mudah, bahkan merupakan peristiwa pahit dalam hidupnya. Namun Inggit mampu bertahan dan merelakan suaminya.

Sebaliknya, ia senang karena ia telah menempuh jalan yang sulit dan berhasil mengantarkan Soekarno menjadi sosok yang hebat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Setelah bercerai dari Inggit, Soekarno akhirnya menikahi Fatmawati. Namun wanita ini juga ternyata tidak menjadi pelabuhan cinta terakhir Soekarno. Namun sama halnya dengan Inggit, ia menolak dimadu dan memilih untuk bercerai.

Ia mengunjungi Inggit yang saat itu telah berusia 72 tahun dan Soekarno berusia 59 tahun. Dalam pertemuannya, Soekarno meminta maaf karena telah menyakiti hati Inggit. Pimpinlah negara dengan baik, seperti cita-cita kita dahulu di rumah ini. Kus harus ingat dan harus bisa menjaganya. Jangan sampai melupakan mereka. Inggit menangis sedih melihat cinta lamanya telah pergi selama-lamanya mendahului dirinya.

Sepeninggal Soekarno, istri-istri presiden pertama Indonesia tersebut ternyata rajin mengunjungi Inggit di Bandung. Fatmawati, Hartini hingga Ratna Dewi menghormati sosok wanita yang luar biasa, penuh kasih dan pengorbanan ini.

Itulah Inggit, sosok wanita hebat yang memiliki peran besar dalam perjalanan Soekarno berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Segala cobaan dan kesulitan tidak melemahkan kaki dan tekadnya untuk terus mendukung suaminya. Demi Soekarno yang dicintainya, Inggit rela mengorbankan semua yang ia miliki.

BLOOD FEUD OF ALTHEUS PDF

Your browser is blocked.Please change browser!!!

Pimpinlah negara dengan baik, seperti cita-cita kita dahulu di rumah ini," begitu ucap Inggit Garnasih kepada Kusno, mantan suaminya. Kala itu di suatu hari pada , Sukarno mendatangi rumah Inggit di Bandung untuk meminta maaf karena pernah melukai hati mantan istrinya tersebut. Jarak usia yang terpaut 13 tahun lebih muda tidak kuasa menghalangi rasa cinta Sukarno kepada Inggit. Lantas, siapakah Inggit? Wanita ini adalah induk semang alias ibu kost yang menampung Sukarno semasa kuliah di Bandung. Saat masih remaja, Inggit adalah kembang desa di kampungnya. Banyak lelaki yang berupaya mendekat untuk sekadar bisa mencuri perhatiannya.

LISZT LIEBESTRAUM LOVE DREAM PDF

Inggit Garnasih, Mengantarkan Sukarno sampai Gerbang Kemerdekaan

Pertunjukan yang semula direncanakan pada 18 April , diundur pelaksanaannya menjadi 22 Agustus Lokasi penyelenggaraan tidak berubah, yakni bertempat di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta. Penundaan tersebut akibat pandemi global virus korona Covid yang telah menyebar secara cepat di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Pendiri Titimangsa Foundation, Happy Salma, mengatakan penundaan dilakukan sebagai upaya preventif terhadap penularan Covid di Indonesia. Dia memutuskan melakukan pengunduran pentas mengingat semakin banyak masyarakat yang terjangkit. Sebagai warga negara yang taat, kami pun harus mengikuti anjuran pemerintah untuk menunda semua kegiatan yang mengumpulkan orang banyak," ujarnya.

ACTUATE BIRT TUTORIAL PDF

Menyambut hari lahir Inggit Garnasih, ibu bangsa berjuta jasa buat Soekarno

Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah kost milik Tjokro di Surabaya, Soekarno kemudian pindah ke Bandung pada Soekarno dan Oetari tiba di Bandung sekitar seminggu sebelum pelajaran dimulai. Atas permintaan Tjokro, pasangan yang baru menikah itu tinggal di rumah kost milik Sanusi dan istrinya, Inggit Garnasih. Oetari memang jarang bepergian, karena itu Tjokro secara khusus meminta Sanusi dan Inggit untuk menjaganya. Di sisi lain, bahtera rumah tangganya dengan Soekarno tidak memperlihatkan kehangatan layaknya pasangan muda yang baru menikah. Inggit Garnasih mampu melihat beda dunia di antara keduanya. Aktivitas politik Soekarno yang semakin padat membuat perbedaan itu semakin tajam.

FREEDOM AND DEATH NIKOS KAZANTZAKIS PDF

Inggit Garnasih, Kisah Malang Penuh Perjuangan Istri Soekarno

Arti nama[ sunting sunting sumber ] Ia terlahir dengan nama Garnasih saja. Garnasih merupakan singkatan dari kesatuan kata Hegar Asih, dimana Hegar berarti segar menghidupkan dan Asih berarti kasih sayang. Kata Inggit yang kemudian menyertai di depan namanya berasal dari jumlah uang seringgit. Diceritakan bahwa Garnasih kecil menjadi sosok yang dikasihi teman-temannya. Begitu pula ketika ia menjadi seorang gadis, ia adalah gadis tercantik di antara teman-temannya. Di antara mereka beredar kata-kata, "Mendapatkan senyuman dari Garnasih ibarat mendapat uang seringgit.

Related Articles